Bagaimana cara pilih aplikasi pinjaman tunai yang tepat?

Pinjaman Tunai dengan Bunga Rendah: Tips untuk Memilih Penyedia Pinjaman  dengan Biaya Terjangkau - Ruby Lang

Dapat tawaran pinjaman tunai bunga rendah yang cukup menarik, tapi nama aplikasinya belum dikenal?

Eits, jangan langsung dipakai dulu, ya. Sebab, masih cukup banyak pinjaman tunai khususnya yang berbasis online tapi ilegal dan belum terdaftar di OJK. Kalau nggak hati-hati dan asal dipakai, akan sangat berisiko untuk data-data pribadi dan juga pinjaman yang kamu ajukan. 

Aplikasi pinjaman online sendiri adalah cara baru untuk pinjam uang dengan lebih mudah dan cepat. Sejak 2 – 3 tahun yang lalu sampai sekarang, aplikasi pinjaman online sudah cukup populer dan menjadi layanan pinjaman yang diawasi oleh lembaga berwenang, dalam hal ini OJK. Setiap layanan pinjaman online atau perusahaan fintech baru, wajib mendaftarkan perusahaan dan juga layanannya ke OJK dan memenuhi serangkaian prosedur dan pengujian. 

Tawaran pinjaman tunai, bisa datang dari mana saja. Baik itu iklan, media sosial, telepon telemarketer, dan yang lainnya.

Sebelum tergiur dengan tawaran pinjaman tertentu, ada baiknya kita melakukan cross check lebih dulu. Terlebih, kalau posisinya kita sedang butuh pinjaman dan memang berniat untuk pakai layanan pinjaman tunai online. 

Ada 4 hal penting yang perlu kamu pastikan sebelum memilih aplikasi atau layanan pinjaman tunai online, yaitu:

Aplikasi pinjaman tunai wajib terdaftar di OJK

Cara pertama yang paling penting untuk dilakukan adalah dengan mengecek langsung ke situs OJK apakah aplikasi pinjaman pilihanmu sudah terdaftar atau belum. Di situs OJK sendiri ada kanal untuk financial technology di mana kamu bisa menemukan daftar resmi penyelenggara fintech lending berizin dari OJK dalam periode tertentu. 

Salah satu contohnya, per 9 Oktober, berdasarkan informasi OJK ada 101 perusahan fintech yang sudah berizin. Ada perusahaan fintech yang layanannya spesifik hanya untuk pinjaman tunai seperti KrediFazz, ada juga yang untuk pinjaman modal usaha, sampai kredit online untuk pembelanjaan di e-commerce atau merchant lainnya. 

Dari daftar yang dirilis inilah, kamu bisa mencocokkan dan mengecek apakah fintech yang akan kamu gunakan termasuk dalam salah satunya. Kalau belum, bisa jadi fintech tersebut masih masuk dalam proses dan belum terdaftar. Jadi, kamu bisa mempertimbangkan untuk mencari alternatif aplikasi pinjaman lainnya. 

 

Aplikasi pinjaman tunai tidak boleh meminta izin untuk akses kontak

Peraturan terbaru dari OJK dan juga Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia menyebutkan bahwa aplikasi pinjaman online hanya boleh meminta izin untuk akses Camilan atau “Camera”, “Mikrofon”, dan “Location” pada smartphone debitur. Selain dari tiga menu atau fitur di atas, aplikasi pinjaman online tidak boleh meminta izin aksesnya. Termasuk kontak di smartphone debitur. 

Nah, sesuai aturan ini, kamu bisa mengecek lagi izin yang diminta sebuah aplikasi pinjaman tunai sebelum mengunduhnya, baik di Google Play Store maupun di App Store. Jangan sampai, kamu menggunakan aplikasi pinjaman yang meminta izin akses ke data kontak di smartphone-mu, ya. 

 

Mengecek limit pinjaman yang bisa didapat agar sesuai kebutuhan

Setiap aplikasi pinjaman, pastinya memiliki aturan masing-masing terkait pinjaman yang ditawarkan. Khususnya limit pinjaman, ada aplikasi pinjaman yang bisa kasih limit besar, ada juga yang kecil dan terbatas. 

Supaya dapat aplikasi pinjaman tunai yang tepat sesuai kebutuhanmu, bagian ini juga jangan sampai terlewat dicek! Kalau kamu butuh pinjaman darurat yang jumlah kecil sampai Rp 3 jutaan, aplikasi pinjaman seperti KrediFazz dapat menjadi salah satu pilihan. 

Kalau butuh pinjaman dengan jumlah besar, kamu bisa mencari alternatif pinjaman yang rentang limitnya sesuai kebutuhan. Bisa juga dengan mengeksplor pinjaman yang ditawarkan bank, baik itu KTA atau kredit dengan agunan sehingga limit yang didapat bisa lebih besar. 

 

Mengecek bunga dan simulasi pinjaman agar sesuai kemampuan

Selain limit pinjaman, bunga, tenor, dan simulasi pinjaman juga perlu diperhatikan sebelum kamu melanjutkan proses pengajuan pinjaman. Apalagi kalau pinjamnya ke aplikasi pinjaman online yang biasanya suku bunganya lebih tinggi dibanding pinjaman ke bank atau lembaga konvensional. 

Salah satu tanda dari pinjaman yang tepat dan aman juga kalau pinjaman tersebut menampilkan berbagai informasi yang dibutuhkan dengan transparan. Mulai dari syarat pinjaman, limit bunga, tenor, sampai dendanya kalau terlambat bayar. 

Di aplikasi pinjaman tunai berbasis online, simulasi pinjaman umumnya akan ditampilkan di awal sesuai dengan nominal yang kamu pilih. 

Misalnya di KrediFazz, limit pinjaman yang tersedia adalah Rp100.000 sampai Rp3.000.000. Suku bunga pinjaman di KrediFazz sebesar 0.3% per hari atau maksimal 9% per bulannya. 

Kalau kamu ajukan pinjaman sebesar Rp1.000.000, simulasi pinjaman dengan KrediFazz kurang lebih adalah: 

  1. Jumlah pinjaman pokok sebesar Rp1.000.000. 
  2. Biaya administrasi 6% dari total pinjaman atau Rp60.000 dan akan dipotong saat pinjaman disetujui atau dicairkan. 
  3. Untuk tenor 61 hari, cicilan pinjaman per bulan yang harus kamu bayar sebesar Rp590.000. Sudah termasuk suku bunga total Rp180.000 selama 2 bulan. 
  4. Untuk tenor 90 hari, cicilan pinjaman per bulan yang harus kamu bayar sebesar Rp424.000 per bulan. Sudah termasuk suku bunga total Rp270.000 selama 3 bulan. 

Tertarik coba KredIFazz?